Ya, secara sementara — dengan tujuan yang lebih besar.
Kami membeli lahan hutan dari petani yang terpaksa menjual karena tekanan finansial, seperti utang atau biaya sekolah anak-anak mereka. Dengan membeli lahan tersebut, kami mencegah agar tidak jatuh ke tangan pihak dengan tujuan merusak, seperti perusahaan perkebunan atau pengembang proyek.
Namun tujuan kami bukan kepemilikan tanah — melainkan pemulihan dan pengembalian.
Karena itu kami menjalankan model unik: kepemilikan sementara dengan hak beli kembali:
• Petani tetap tinggal di lahannya dan menjadi "penjaga tanah"
• Kami melakukan reforestasi bersama, berbagi pengetahuan, dan membantu penjualan produk hutan hujan
• Saat hutan mulai menghasilkan pendapatan, petani membeli kembali tanahnya secara bertahap
• Tujuan hukum lahan ditetapkan sebagai kawasan lindung
Dengan demikian, kami menggabungkan keamanan, pemulihan alam, dan kepemilikan sosial.
Bukan perampasan tanah. Bukan greenwashing. Tapi pemulihan sejati — 𝘣𝘦𝘳𝘴𝘢𝘮𝘢 𝘮𝘢𝘯𝘶𝘴𝘪𝘢, 𝘣𝘶𝘬𝘢𝘯 𝘮𝘦𝘭𝘢𝘸𝘢𝘯 𝘮𝘢𝘯𝘶𝘴𝘪𝘢.